Kasus Andy Cahyadi : BERHARAP HUKUM BISA BERJALAN ADIL

Berantaskorupsi.com, Jakarta,- Satu tahun lebih sudah Andy Cahyadi berjuang untuk mendapatkan keadilan atas kasus hukum yang dihadapinya. Sebagai korban penganiayaan, ia tiada hentinya memohon agar segera dilakukan pelaksanaan eksekusi terhadap terpidana Wenhai Guan, yang telah berkekuatan hukum tetap.

Bahkan Andy sudah menyurati seluruh institusi hukum yang terkait hingga Presiden RI. Namun hingga saat ini, permohonan dan keadilan yang diharapkannya belum juga terealisasi.
“Mohon dapat dimengerti apa yang saya alami dan rasakan sangatlah tidak adil. Dalam perkara pemukulan di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara kami memang saling lapor. Namun perbedaan perlakuan dan tindakan oleh penegak hukum terhadap saya dan Wenhai Guan saya rasakan tidaklah adil,” ungkap Andy,(31/8/2022).
“Saya sempat dijemput paksa oleh Polres Jakarta Utara, sempat ditahan rutan 44 hari oleh Jaksa, lalu tahanan kota dan harus titip uang jaminan Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiha) di PN Jakarta Utara, dan pada akhirnya PN Jakarta Utara dan Mahkamah Agung memutus saya Lepas dari Segala Tuntutan Hukum, karena apa yang saya lakukan terhadap Wenhai Guan adalah sebagai pembelaan terpaksa. Namun sebaliknya Wenhai Guan tidak pernah dijemput paksa, tidak pernah ditahan, tidak dicekal saat pemeriksaan dikepolisian hingga pengadilan,” terangnya.

Yang lebih anehnya lagi, tambah Andy, sejak Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta No.84/PID/2021/PT DKI tanggal, 23 April 2021 jo. Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara No. 1573/Pid.B/2020/ PN jkt.utr berkekuatan hukum tetap, pihak terkait tidak langsung melakukan penahan terhadap tersangka untuk menjalani hukuman yaitu pidana penjara selama 6 bulan.

Bahkan beberapa bulan sejak putusan tersebut, Andy mengaku telah berkali-kali bersurat dan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan Negeri Jakarta Utara agar dilakukan eksekusi terhadap Wenhai Guan, karena dikhawatirkan yang bersangkutan akan melarikan diri ke luar negeri.

“Ternyata kekhawaitran saya terbukti. Informasinya, kini Wenhai Guan yang merupakan seorang WNA sudah kabur ke Singapura,” kata Andy. Andy mengaku sangat kecewa, kenapa tidak sejak awal saat persidangan dilakukan penahanan dan cekal terhadap Wenhai Guan yang seorang Warga Negara Asing.

Untuk itu Andy memohon agar pihak Kejari Jakarta Utara tidak lagi membuatnya kecewa dan kehilangan harapan mendapatkan keadilan.

Memang, lanjutnya, Pihak Kejaksaan Jakarta Utara mengatakan sudah melakukan dan menetapkan Wenhai Guan DPO, mengajukan cekal, dan red notice. Namun karena kepercayaannya terhadap Kejaksaan Jakut yang semakin menipis, Andy pun meminta agar ditunjukkan dokumen atau bukti-bukti akan kebenaran informasi tersebut.
“Saya perlu bukti nyata kalau keadilan masih ada di negeri ini. Saya mohon agar pihak kejaksaan serius melakukan langkah-langkah efektif dan tegas terhadap Wenhai Guan dan juga terhadap penjaminnnya Feng Qiu Ju dan Marna Ina,” tandasnya.
Sementara itu, kuasa hukum Andy Cahyadi, Muhammad Mukhsin, berharap hukum tidak berat sebelah. Yang mana, kliennya sempat ditahan oleh Kejaksaan namun Wenhai Guan yang lebih dulu menjadi tersangka tidak ditahan, bahkan sampai bisa kabur meninggalkan Indonesia, setelah ada putusan berkekuatan hukum tetap.

Dirinya sempat melakukan pemeriksaan soal Wenhai Guan yang sudah jadi tersangka. Dia mengatakan, Wenhai Guan hanya dikenakan tahanan kota. Namun dia tidak tahu apakah yang bersangkutan dikenakan wajib lapor atau tidak.
Sebab, tahanan kota seharusnya kena wajib lapor pada waktu yang ditentukan, dan dilarang keluar kota kecuali mendapat izin penyidik, penuntut umum, atau hakim yang menangani perkara tersebut.
Perlakuan berbeda didapat kliennya yang padahal bersikap kooperatif. Kliennya, sempat mau ditahan oleh polisi. Akan tetapi, berkat langkah-langkah hukum yang dilakukan pihaknya, Andy Cahyadi dikenakan wajib lapor.

“Tetapi, oleh pihak Kejaksaan justru ditahan. Itu kan aneh. Andy bersikap kooperatif malah ditahan 44 hari. Sedangkan Wenhai Guan hingga P-21A baru dihadirkan malah tidak ditahan. Akhirnya kita ajukan agar Andy bisa menjalani penahanan kota. Namun itu pun harus pakai jaminan. Sedangkan Wenhai Guan kita tidak tahu apakah dijamin atau tidak,” kata Mukhsin. ( Red )

author

Author: