Mabes Polri Telah Menerima Surat Laporan DPC AJWI Kabupaten Bogor Atas Dugaan Pemalsuan Ijin Edar Herbal Az-Zikra

Berantaskorupsi.com,AKARTA, – Dua Organisasi dan Korban melaporkan dugaan pemalsuan Ijin Edar dalam Produk Az-Azikra yang di produksi oleh PT ABI Grup ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia  ( Mabes Polri ), Jl. Trunojoyo No.3, RW.1, Selong, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110 Lt.2 Rabu, ( 01/12/12 ).

Dua Organisasi tersebut yakni Dewan Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia ( GMPRI ) dan Dewan Pimpinan Cabang Aliansi Jurnalis Warga Indonesia ( DPC AJWI ) Kabupaten Bogor.

Sementara A ( 49 ) yang disininyalir sebagai korban Penipuan dan Pengancaman oleh Komisaris PT ABI Grup Muhammad Jafar Audah turut melaporkan diwaktu yang sama di Polda Metro Jaya.

Tiga perusahaan yang dilaporkan GMPRI, AJWI  tersebut diantara PT Azzikra Bersaudara Indonesia-Bandung dengan Komisaris utama M ja’far audah, Komisaris Siti fitrianah, Direktur Ismail jamil.

PT Azzikra berkah internasional- Depok dengan komisaris utama M Ja’far audah, Komisaris Badiatus solehah dan Rania Jamiel Bawazier, Direktur Prayogo handioso.

PT Jafra Royal Internasional-Bandung dengan komisaris utama Muhammad Jafar Audah, Komisaris Siti fitrianah dan Direktur Ismail jamil diduga produksi herbal ilegal, palsu, dan berbahaya untuk kesehatan yang sudah lama dipasarkan dimasyarakat luas.

Pertama. Produk merek Az-zikra madu herbal super, az-zikra madu herbal hutan super, az-zikra madu hutan hitam pahit,az-zikra madu herbal hitam pahit, az-zikra madu sarang memakai ijin edar Roti milik MOY’S Bakery-Purwakarta.

Kedua. Madu FreshMag Diproduksi (PT. JRI) dan Az-zikra Madu maag kedua produk tersebut memakai ijin edar yang sama milik CV. Nutrima Sehatalami-Kota Bogor.

Ketiga. Az-zikra Propolis memakai ijin edar milik PT Maisya Makmur -Jakarta Timur.
Az-zikra Coffee stamina memakai ijin edar milik CV Maher Agri-Kab Garut.

Dan Keempat. Az-zikra Habbatussauda memakai ijin edar milik PT. Habbatusauda International-Bandung

Ketua Umum DPA GMPRI Raja Agung Nusantara meminta Kapolri untuk menindak lanjuti kasus pemalsuan Ijin edar dan pemalsuan produk oleh PT ABI Grup yang selama ini masih melakukan penjualan secara masif di toko oline dan offline. Menurutnya Kasus ini harus segera dituntaskan karna menyangkut kesehatan masyarakat luas dan sangat berbahaya untuk kesehatan.

” Kami sudah melaporkan dugaan pemalsuan Ijin edar produk Az-zikra dengan bukti bukti terlampir, harapannya semoga Bapak kapolri melalui Jajaran Kabareskrim Polri segera melakukan penyelidikan dan pemanggilan semua Pihak ABI Grup, Ujar Raja Agung dengan tegas.

Korban inisial A Selaku Pelaku UMKM Korban Pemerasan,penipuan dan Pengancaman Pihak ABI Grup berharap Kepolisian dapat di memproses PT ABI Grup yang diduga sudah melakukan pelanggaran hukum.

A juga menjelaskan banyak pelaku UMKM yang menjadi korban pemaksaan penjualan produk Az-zikra ABI Grup. Padahal menurutnya Produk Az-Zikra ABI Grup menggunakan Ijin Edar palsu dan juga belum Teruji layak dikomsusi atau tidak di Badan Pom RI

” Bukan Saya saja yang menjadi Korban tapi banyak pelaku UMKM lainya yang dirugikan PT ABI grup”. Pungkas A setelah melakukan pelaporan di Polda Metro Jaya

Dari pernyataan terduga Korban berinial A saat konferensi pers di Polda Metro Jaya (1/12/2921)di depan awak media memberikan keterangannya bahwa Ijin Herbal yang di gunakan adalah ijin Roti.
“Ijin Herbal yang digunakan Bukanlah Ijin Herbal melainkan ijin Roti” Ucapnya.

Sementara itu Ketua DPC AJWI Bogor Nimrod Rungga,A.Md.,S.Th di dampingi beberapa Pengurus Dpc Ajwi berharap kepada Kaporli dan Kapolda Metro Jaya Agar segera tuntaskan kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Kami berharap Pihak Kepolisian segera Mempelajari dan memproses Surat Laporan yang telah kami layangkan agar terduga pelaku Pemalsuan Ijin Edar yang disinyalir sudah banyak meresahkan pengusaha herbal dan merugikan masyarakat secara luas segera diproses hukum”. Harap SEO Media Group AJWI (Tim)

author

Author: