Seorang Biduan Di Parungpanjang Laporkan Kekasihnya Ke Kepolisian Karena Dianiaya

BOGOR, berantaskorupsi.com, – Sepasang kekasih di Kampung Karehkel, Rt:03, RW:06, Desa Pingku Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor bertengkar pada hari senin lalu 14 maret 2022, hingga berujung pelaporan ke pihak kepolisian, sebut saja Malasari 30th (Shuve) ia melaporkan kejadian penganiayaan kepada dirinya ke Polsek (Polisi Sektor) Parungpanjang, Kamis (17/03/2022).

Menurut keterangan Malasari (korban), salah satu kekasihnya R-B-S berawal melakukan tindakan kekerasan karena mencari handphone.

“R-B-S kekasih Malasari mencari handphone Malasari namun pada saat itu handphone Malasari tidak dalam genggaman Malasari, namun R-B-S malah emosi dan mendorong – dorong Malasari sehingga terbentur ke lemari di dalam rumah Malasari dan kejadian tersebut sekira pukul 03.30 Wib hari senin tanggal 14 maret,” ucap Malasari.

Kemudian Malasari ditarik keluar dan dimasukkan ke dalam mobil dan mulai lah keribuatn di dalam kendaraan.

“Saya ditarik keluar dan di masukan ke dalam mobil milik R-B-S dan kemudian keduanya ribut di dalam mobil, namun, saya terkena pukulan tangan kanan R-B-S yang pada saat itu tangan Malasari dipegang tangan kiri R-B-S,”

“Kemudian mobil melaju ke suatu tempat untuk mencari keberadaan handphone yang dipertanyakan R-B-S namun dalam perjalan saya mencoba berusaha keluar dari mobil untuk melarikan diri karena takut dan sebanyak 5 kali saya mencoba turun dari mobil untuk lari namun tidak bisa keluar dari mobil karena tangan saya dipegang erat oleh kekasih Malasari R-B-S,” tutur Malasari.

Menurut keterangan Malasari, handphone yang dicari R-B-S adalah handphone miliknya.

“Dia cari hp saya tidak ada alasan untuk apa saya tidak tau,” tegas Malasari ketika diwawancarai.

Menurut pengakuannya, Akhirnya Malasari bisa kabur dari mobil karena tangan R-B-S melepaskan tangan Malasari dan pada saat itu, Malasari melihat bahwa R-B-S mencari Malasari namun tidak diketemukan, sementara Malasari bersembunyi di sebuah bengkel.

Setelah kejadian tersebut Malasari bersembunyi di rumah temannya yang berada di Parungpanjang sambil menunggu itikad baik dari R-B-S.karna tidak ada itikad baik lewat telephone atau pesan.

Pada akhirnya pada hari kamis siang 17 Maret 2022, Malasari pergi ke Polsek Parungpanjang untuk melaporkan kejadian yang dialaminya, kemudian diterima dan di proses oleh AIPTU Mujahidin dengan nomor LP : B/57/STPL/III/2022/ Sektor.

“Saya akan usut tuntas dugaan kejadian ini sampai dan akan saya proses sesuai jalur hukum yang ada,” pungkasnya AIPTU Mujahidin (17/03/2022).

Kondisi Malasari setelah kejadian tersebut mengalami luka lebam di mata sebelah kiri, rasa sakit di dada kiri dan luka lebam di tangan kiri.

“Saya mengalami trauma pak, saya sering kaget dan tidur tidak nyenyak setelah kejadian tersebut bahkan tidak bisa kerja karna keadaan saya sangat terpuruk,” terang Malasari sambil menangis, (17/03/2022). (Subhana Beno).

author

Author: