AKIBAT VIDIO PENCEMARAN NAMA BAIK PEMRED OLEH PEGAWAI SPBU 34-16316 BERBUNTUT PANJANG

Berantaskorupsi.com, Parungpanjang, Bogor,- Pelayanan di SPBU 34-16316 Parungpanjang Kabupaten Bogor Jawa Barat langsung terhenti seketika untuk melayani para pembeli Sabtu, 04/06/2021pukul 14:36 wib setelah puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Jakarta ( FWJ ) mendatangi SPBU untuk menuntut klarifikasi dari oknum pegawainya yang diduga melecehkan dan pencemaran nama baik Pemimpin redaksi seluruh Indonesia karena unggahan Vidio yang dibuatnya oleh oknum pegawai tersebut.

Sebelumnya PT. Pertamina (Persero) resmi melarang pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 90 dengan menggunakan jerigen. Hal tersebut menyusul dengan ditetapkannya bahan bakar ini sebagai Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP) pengganti Premium.
Pjs Corporate Secretary PT. Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk memastikan penyaluran Pertalite dapat tepat sasaran sesuai dengan alokasi dan regulasi yang berlaku.
Adapun pernyataan tersebut mengacu kepada Kepmen ESDM No. 37/2022 tentang Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan, dimana ada perubahan status Pertalite menjadi bahan bakar penugasan. Sehingga menurutnya, Pertamina telah memberlakukan aturan terbaru untuk pembelian Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Permasalahan antara oknum pegawai SPBU atas nama Ruben Pasaribu dengan Sutrisno salah satu wartawan dari media Brigadenews.com hingga berbuntut adanya aksi dari FWJ.

Kejadian berawal dari perdebatan oknum pengawas Ruben Pasaribu di SPBU 34-16316 Parungpaanjang Kabupaten Bogor Jawa Barat dengan Sutrisno mengenai peliputan adanya pembelian bahan bakar jenis pertalite ke dalam jerigen plastik karena pihak SPBU menduga akan ada tindak pemerasan dengan pemberitaan tersebut, bahkan tersebar video yang di buat dan di share oleh oknum pegawai SPBU tersebut yang diduga merendahkan martabat Pemred.

Saat perdebatan tersebut menurut Sutrisno, Ruben Pasaribu sempat mengaku bahwa Ruben Pasaribu juga sebagai salah satu wartawan dari media Rakyat kita dan menurut Sutrisno, Ruben sempat menunjukan kartu keanggotaan dari media tersebut.

Namun setelah di konfirmasi ke redaksi media rakyat kita ” Ruben Pasaribu memang pernah menjadi anggota media rakyat kita, namum sebelum permasalahan ini terjadi Ruben Pasaribu telah saya STOP PERS pada tanggal 14 Januari 2022 karena melakukan kesalahan kode etik perusahaan ” tegas Sudirman sebagai Pemimpin redaksi Pt. Media Rakyat Kita kepada para Jurnalis.

“Saya berdebat di area SPBU dengan pengawas SPBU karena melihat kegiatan pembelian bahan bakar jenis pertalite ke dalam jerigen pelastik, dan saya di sangkanya akan memeras SPBU tersebut dengan pemberitaan yang saya liput, yang memang sudah saya liput kejadian tersebut sekitar bulan bulan lalu.” Ungkap Sutrisno

Sementara pihak dari pengawas SPBU Ruben memberikan klarifikasinya di depan awak media di dalam salah satu ruangan di areal SPBU 34-16316 Parungpanjang yang di hadiri oleh Kapolsek Parungpanjang Kompol Wagiman dan Rudi Silalahi sebagai penanggung jawab SPBU.

Kapolsek Parungpanjang Kompol Wagiman mengatakan ” Kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan secara baik antara kedua belah pihak dan berjalan lancar, aman dan serta menjaga hal – hal yang akan timbul permasalahan baru ” tegas Kapolsek Parungpanjang Kompol Wagiman.

“Permasalahan ini sebenarnya di awali pada 22 April 2022 saat Sutrisno meliput kegiatan pembelian melalui jerigen, kami melayani pembelian menggunakan jerigen karena kebutuhan masyarakat sekitar Parungpanjang yang lokasinya jauh dari SPBU supaya terpenuhi.” Ungkap Rudi saat memberikan penjelasan kepada para media di SPBU 34-16316.

Manager SPBU 34-16316 Rudi Silalahi saat memberikan keterangan kepada media di tempat yang sama membenarkan adanya pembelian pengisian menggunakan jerigen plastik di tempat dia bekerja, dengan alasan untuk membantu masyarakat, dan meminta maaf atas kesalahannya.

Setelah mediasi selesai dan pihak SPBU mengakui kesalahannya dan aktifitas SPBU pun kembali berjalan normal pada pukul 18:10 wib.

Hasil akhir dari mediasi tersebut pihak FWJ dan wartawan lainnya akan melanjutkan kasus ini ke pihak berwajib agar di proses sesuai hukum dan aturan yang berlaku.

Terkait Vidio yang beredar Ruben Pasaribu meminta maaf atas isi pernyataannya dalam Vidio tersebut yang merendahkan nama baik para Pemimpin Redaksi ( Pemred ). Namun permintaan maaf tersebut dapat di terima namun proses hukum tetap berjalan.

Hampir 95 persen para pemimpin redaksi berharap permasalahan tersebut dapat di proses agar menjadi suatu pelajaran bagi siapa saja yang merendahkan propesi Jurnalis, sehingga tidak akan terjadi lagi perihal tersebut kepada para Jurnalis.

Pewarta ; SBeno & Bayu

author

Author: