KELUARGA KORBAN MENINGGAL KARENA ANTRIAN BLT DI PARUNG PANJANG KECEWA DENGAN PEMBERITAAN YANG BEREDAR TIDAK BENAR

Berantas Korupsi, Parung Panjang,- Cecep Supriadi yang kesehariannya sebagai pedagang burung sawah, warga Parung Panjang jalan Jambu No.34 Rt.002/008 Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor Jawa Barat meninggal karena antrian Bantuan Langsung Tunai di Desa Parung Panjang. 16/09/2022.

Menurut keterangan dari istri almarhum Wahdah sebelumnya almarhum dalam kondisi sehat tidak ada gejala suatu sakit apapun dan baik – baik saja serta tidak memiliki rekam medis berbahaya atau gejala sakit apapun.

Namun menurut pihak keluarga almarhum, ketika mendengar dan membaca berita terkait meninggal nya almarhum sangat di sayangkan, karena berita yang tersebar di beberapa media yang menyatakan almarhum meninggal karena sudah
mempunyai suatu penyakit. Dari pemberitaan yang tersebar tersebut pihak keluarga sangat mengecam terkait pemberitaan yang tidak benar tersebut.

” Almarhum tidak punya gejala penyakit sutau apapun, kenapa berita – berita menyatakan yang berbeda ? ‘” ucap Dian Naluriansyah dengan nada marah.

Pihak keluarga juga sempat menelpon salah satu redaksi yang menerbitkan pemberitaan tidak benar tersebut namun pihak keluarga sangat menyayangkan karena telpon yang tertera tidak pernah tersambung padahal sudah di telpon berkali – kali.

” Saya sangat kecewa dengan pemberitaan – pemberitaan yang tidak benar, pihak keluarga tidak pernah di datangi oleh pihak siapapun termasuk Wartawan, tapi kenapa kok beritanya tidak sesuai ” tambah Dian Naluriansyah dengan nada marah dan meneteskan air mata.

Menurut keterangan dari anak almarhum Bilal ( 24 th ) yang pada saat itu mengantar dalam antrian BLT di kantor Desa Parung Panjang yang sudah tiba di kantor desa pukul. 06.00 wib. Menurut Bilal, orang tuanya memang pada saat itu berdesak desakan dengan para antrian yang sangat membludak, Bilal juga sempat mendokumentasikan dengan fotho handphone miliknya.

Menurut Bilal anak almarhum, orang tuanya terpaksa ikut antri karena memang mengharapkan uang bantuan dari pemerintah tersebut karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari apa lagi menurut Bilal proses pengambilan BLT tersebut hanya 1 hari dan jika tidak diambil maka BLT tersebut akan hangus .

Almarhum kelahiran Tangerang, 05 Februari 1973 dan memiliki 6 orang anak yang masih duduk di Sekolah Dasar serta tinggal di rumah kontrakan bersama anak dan istrinya sangat berharap mendapatkan bantuan tersebut. Namun sayangnya pengorbanan almarhum demi keluarga malah menjadi korban desak – desakan sehingga menambah beban hidup untuk anak dan istrinya.

Pihak keluarga sudah menerima dengan apa yang terjadi namun pihak keluarga sangat tidak terima dengan sumber – sumber yang menyatakan dalam pemberitaan yang ada, sehingga pihak keluarga mengecam kepada orang yang melakukan perbuatan fitnah kepada almarhum, terutam keluarga yang di tinggalkan. ( Redaksi )

author

Author: