KPAI: Kondisi India Jadi Kegelisahan Dunia Pendidikan

Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan fenomena India menjadi kegelisahan dunia pendidikan. Kasus covid-19 tengah melonjak di India.

“Kita masih ingat awal covid-19 terjadi, dan seketika itu sudah tersebar ke seluruh dunia. Lalu bagaimana tantangan dunia di tahun kedua, setelah melihat fenomena India. Inilah yang sedang menjadi kegelisahan, termasuk dunia pendidikan kita,” ujar Komisioner KPAI Jasra Putra dalam keterangan tertulis Minggu, 2 Mei 2021.

Menurut dia, setiap orang diberi kesempatan seluas-luasnya menjadi terdidik dan dididik. Publik dapat terus memperoleh pendidikan tanpa memandang usia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Baca: Jokowi: Pandemi Bisa Dimanfaatkan Koreksi Total Dunia Pendidikan

“Namun, pandemi covid-19 menuntut pendidikan berubah dan bertransformasi diri, bahkan cenderung merevolusi diri karena langsung memutus kebiasaan lama dan dipaksa masuk dalam dunia digital yang sampai saat ini masih dianggap tidak ideal,” kata dia.

Jasra menyebut penguasaan dunia teknologi digital masih dibatasi kemampuan untuk mendapatkannya karena mahal. Hanya sebagian orang yang mampu mengatasi hambatan dunia pendidikan digital dan menikmatinya.

Ia menyebut dunia pendidikan juga masih dihantui ancaman penularan covid-19. Tak dipungkiri, setelah sekolah membuka belajar tatap muka muncul kabar klaster sekolah.

“Kita masih ingat di awal Maret ketika Indonesia mengumumkan covid-19 pertamanya, seketika itu kata kluster menjadi suatu sinyal bahaya yang sangat di takuti,” kata dia.

Menurut dia, di sinilah tantangan dunia pendidikan hari ini. Pendidikan harus mampu menjadi usaha sadar manusia dalam mengedukasi diri di tengah pandemi covid-19.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei para entitas pendidikan Indonesia. Membaktikan diri dalam dunia pendidikan maya, menjadi isu besar dunia dalam menjawab tantangan covid-19,” kata Jasra.

medcom.id/nasional/peristiwa/ob3384Jb-kpai-kondisi-india-jadi-kegelisahan-dunia-pendidikan?__cf_chl_jschl_tk__=637ed36e5744f83828cd911d135f8b0607b4fa3e-1620012026-0-AZvrU5-C4HKVUMXpnF_qjOU-8A6MzEN6Bg_XKzEHP5L03Ll1RzbGs_2nRn9ZcKG2yVUI2PnxhFvNm26H-KnJ85Y_Gy82TH1dXKclre8maP9JoZTuN8HVtUK7VQNCYVs3QOmcpKOPvxVEnEoNST-6Ac5ndP8DMk9IqaV7pgf9QoSZCKvQwcAg506_hzMEEY03L-Ks2ZBLRhZAAV5C3h6OplcGLcI8ayA-ZO4koBXgVTGQzcKk5xaqEuLrB4-I-YU94oj4uwbeejv1fXr6smM_rPzKZMh_b-P_CYc9tTBoGBs9Sbn-biFT6p9VTC5thFdCHdO5Uq1CHrrptejP2VoEy0ksS-qK2KzwpmSnkhZ9_0u9uHSpxo0_O4W3S-s-PVdYLJWDFfRix_EsEA6_Ik03v-iDYKdsEZ9Njr1XIE-e1iZXCLY5jwUWl9WlbULWkTthgR872yf4hf2-2n8tgm2NCHg7r-mTwCSeSkDLY0U9tLioRVBrzC0Bby5_F-uFsY_d8A

author

Author: